Rabu, 26 November 2008

Kepunahan Dinosaurus Akibat Komet Dipertanyakan



Misteri kepunahan dinosaurus dipertanyakan. Seperti diketahui, selama ini, sebagian besar ilmuwan Dunia yakin bahwa musnahnya dinosaurus puluhan juta tahun lampau disebabkan oleh benturan sebuah komet atau asteroid raksasa. Namun, baru-baru ini, sebuah penelitian mutakhir membuktikan bahwa kepunahan binatang raksasa itu di muka Bumi akibat komet atau asteroid yang membentur Bumi tersebut terjadi jauh sebelum masa dinosaurus.

Teori baru ini menyebutkan, 250 juta lampau atau 50 juta tahun sebelum adanya dinosaurus pertama dan 249,9 juta tahun sebelum manusia pertama ada di muka Bumi, planet ini telah mengalami kepunahan terbesarnya. Sekitar 90-95 persen hewan, kehidupan laut, dan tumbuh-tumbuhan yang hidup pada zaman Triassic, musnah. Kepunahan massal ini disebut fase Permo-Triassic Extinctions atau kematian besar dan selalu menjadi misteri bagi para ilmuwan.

Selama ini bermacam kemungkinan dipaparkan para ilmuwan sebagai penyebabnya mulai dari letusan besar gunung berapi hingga menyeruaknya bahan kimia beracun dari dalam laut. Namun, temuan baru tersebut memberikan gambaran bahwa lenyapnya kehidupan di bumi pada zaman sebelum dinosaurus ini disebabkan oleh kekuatan yang sama dengan yang membunuh dinosaurus puluhan juta tahun kemudian atau berakhirnya zaman Jurassic.

Adalah Bucky Balls atau atom karbon yang terlihat mirip sebuah bola yang memberi petunjuk awal. Jenis atom ini diyakini hanya dapat terbentuk dan terdapat di angkasa luar. Seorang ilmuwan dari Universitas California, Santa Barbara, Amerika Serikat, Luann Becker, menemukan jejak Bucky Balls di dalam sejenis batuan dari fase Permo-Triassic Extinctions yang mendukung teori benturan komet atau asteroid sebagai penyebab kepunahan. Becker bersama sejumlah ilmuwan lainnya memang meneliti hal itu sejak 2001.

Bucky Balls adalah sebutan singkat bagi Buckminsterfullerenes. Sejatinya, atom karbon ini ditemukan pada 1985 oleh Robert F. Curl, Harold W. Kroto, dan Richard E. Smalley yang dinamai seperti Buckminister Fuller. Atom ini secara alami adalah bentuk stabil karbon murni, karbon Cluster 60 (C60), di mana hexagons dan segilima karbon saling berhubungan untuk membentuk kelompok kosong seperti bola. Pada 1996, tiga peneliti tersebut meraih Hadiah Nobel bidang Ilmu Kimia untuk penemuan mereka.

Nah, dugaan terjadi fase Permo-Triassic Extinctions menguat saat atom Bukcy Balls ditemukan dalam batu yang diteliti Becker. Tenyata di dalamnya terdapat sejumlah gas murni, seperi helium dan argon yang diketahui hanya ada di luar angkasa. Bukti terakhir didapatkan saat para ilmuwan membandingkan gas yang terperangkap di dalam formasi batuan zaman dulu di berbagai tempat di dunia dengan gas sejenis pada komet dan meteor dari angkasa luar. Ternyata komposisi gas-gas tersebut sama.

Kini, meski telah yakin bahwa benturan kometlah yang menyebabkan kepunahan di masa lampau, para ilmuwan masih mencoba menemukan bukti nyata lain. Ini berupa sebuah kawah yang ukurannya dan waktu terciptanya kira kira sama dengan waktu terjadinya kepunahan Permo-Triassic Extinctions tersebut.

Jika kawah itu berhasil ditemukan, maka secara ringkas dapat dikatakan bahwa fenomena extraterrestrial seperti benturan komet ternyata membawa pengaruh besar terhadap kehidupan di Bumi. Tak hanya telah memberikan tempat bagi berkembangnya dinosaurus, namun kejadian serupa pula yang memusnahkan hewan-hewan raksasa tersebut dan memberikan kesempatan bagi manusia untuk berkembang.

sumber artikel


Tidak ada komentar:

Posting Komentar