Kamis, 20 November 2008

Primata Terkecil di Dunia Ditemukan di Sulawesi


Primata terkecil di dunia yang disebut "pygym tarsier" ditemukan kembali di hutan Sulawesi oleh ilmuwan dari Texas A&M University/Reuters

WASHINGTON - Indonesia ternyata menyimpan misteri fauna yang mengejutkan. Ilmuwan Amerika menemukan binatang yang dipercaya sebagai jenis primata terkecil yang pernah ditemukan di planet ini.

Seperti diberitakan Reuters, ini merupakan penemuan pertama sejak 80 tahun terakhir. Keberadaan binatang yang disebut "pygym tarsier" juga sangat langka. Selama lebih dari dua bulan, para ilmuwan menggunakan jaring di Gunung Rore Katimbo kawasan Taman Nasional Lindu Sulawesi Tengah, untuk menjebak binatang tersebut.

Mereka berhasil menangkap tiga binatang berbulu lembut tersebut. Dia di antaranya berjeniskelamin jantan dan satu betina.

"Saya merupakan satu-satunya orang di dunia yang pernah digigit oleh makhluk kerdil ini," kata Gursky Doyen, peneliti Texas A&M University.

"Asisten saya berusaha keras untuk memegangnya saat saya memasangkan kalung radio di lehernya. Sangat sulit untuk memasangnya karena kepala binatang ini bisa diputar 180 derajat. Jika saya pasang kepalanya akan berputar," ungkap Doyen.

Radio tersebut dipasangkan untuk memantau pergerakan binatang mungil tersebut.

Peneliti mengatakan, pygym yang ditemukan merupakan jenis primata yang sangat berbeda dengan primata lainnya. Mereka masuk golongan binatang mamalia, seperti Kukang, Monyet, dan Siamang. Binatang ini hidup di kawasan hutan di Asia.

Seperti para ahli menyebutnya "pygm tarsier", binatang ini sangat kecil dengan berat hanya 50 gram. Mereka memiliki mata dan telinga yang besar. Binatang ini juga mirip dengan yang pernah ditampilkan dalam film Hollywood 1984 berjudul "Gremlins".

Binatang ini terakhir ditemukan para ahli Indonesia pada 1921 juga di Sulawesi. Namun binatang tersebut mati. "Sejak itu, seolah pygym tarsier terlupakan oleh orang-orang karena usaha pencarian yang dilakukan selama 80 tahun tak membuahkan hasil. Tak seorang pun menemukannya lagi," kata Doyen.

Sumber artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar